AHY Ajak Generasi Muda Aktif Berpolitik


Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma)  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Berusia 39 tahun dianggap sebagai salah satu tokoh politik milenial yang moncer jelang Pemilu 2019. Selain akrab dengan media sosial, mantan prajurit TNI itu punya harapan menjadi contoh bagi milenial untuk berperan di politik.

“Saya ada dalam percaturan politik tanah air Indonesia ini ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga harus punya keberanian. Jangan sampai anak muda kita menjadi anak muda yang skeptis, apatis, menghindari politik,” ucap AHY saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), di AHY Command Center, Jaksel, Jumat (27/4).

“Sudah terjadi di berbagai negara, bahkan itu negara-negara maju, sikap anak muda yang tidak punya ketertarikan seolah-olah dalam proses politik dalam negerinya, mengakibatkan banyak hal yang tidak diinginkan sebetulnya,” imbuh AHY.

Masa depan kita ini milik kita semuanya. Anak muda kita jumlahnya besar. Di tahun depan itu ada 100 juta lebih yang terdaftar sebagai pemilih pemilu usia 17-35 tahun.

– Agus Harimurti Yudhoyono

Sebagai catatan, AHY melepas seragam militernya pada September 2016 dan langsung terjun ke politik menjadi calon gubernur DKI Jakarta menghadapi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan di Pilkada DKI.

Delapan bulan bertarung di kelas politik pertamanya –Pilgub DKI– dan dinyatakan kalah, AHY lalu mendirikan The Yudhoyono Institute. Tak lama kemudian, Partai Demokrat mengangkatnya sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, hingga saat ini.

“Inilah saya datang ke berbagai daerah, ke tempat-tempat yang tidak banyak dikunjungi orang termasuk bertemu dengan mereka yang awalnya skeptis, awalnya pesimis, tetapi sebetulnya juga ada optimisme. Cuma mereka kadang tidak terlalu paham bagaimana mengekspresikan dirinya untuk turut aktif partisipasi dalam politik,” kata putra sulung SBY itu.

Jangan ngomel di medsos aja, jangan ngomel setelah kejadian enggak ada untungnya gitu.

– Agus Harimurti Yudhoyono

Partisipasi paling sederhana dalam politik adalah menggunakan hak suara di TPS baik saat pemilu, karena pemilih milenial sangat banyak jumlahnya dan bisa menentukan. Itulah pula sebab banyak politisi mendekatkan diri dengan milenial.

Saat bersamaan, AHY mengimbau kepada para politisi untuk turut mendengarkan suara generasi milenial, karena sejarah mencatat generasi muda punya peran mengubah dunia.
“Saya berharap Indonesia ke depan akan hadir pemimpin-pemimpin muda yang juga bisa membawa harapan baru baru kita semuanya,” pungkasnya.

Diskusi di Facebook


Like it? Share with your friends!

Redaksi Portal
Platform media yang independen/netral tidak berpihak kepada siapapun yang menyajikan berita dari media arus utama di Indonesia.