Bersatu Karena Rindu, Bersaudara Jadi Juara


Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum bersinergi dalam sebuah harmoni, menata kota dan mengembangkan desa, menggapai Jawa Barat yang juara bagi seluruh lapisan masyarakatnya.

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, sosok pemimpin muda asal Bandung dan Tasikmalaya ini memiliki banyak sekali pengalaman dan penghargaan dalam mengembangkan wilayah perkotaan serta membangun kawasan pedesaan dalam harmoni kemajuan serta kesejahteraan, dan kami pun meyakini bahwa pengalaman mereka memimpin dan gagasan untuk menjadikan Jawa Barat sebagai propinsi terdepan, pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di Jawa Barat.

Keduanya yang merupakan putra asli Jawa Barat ini terbukti bersih, profesional dan peduli menjadikan mereka layak memimpin Jawa Barat untuk menjadi provinsi unggulan.

Saatnya Jawa Barat Juara dalam berbagai sektor; pendidikan, agama, ekonomi, kesehatan, budaya, transportasi, pariwisata serta adat istiadat dan kualitas lingkungan hidup, menata kota dan mengembangkan desa menggapai Jabar Juara bagi seluruh lapisan masyarakatnya.

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

Inovasi Berbasis Teknologi Mampu Menghadirkan Bandung Juara

Calon Gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil tengah berada di Amerika Serikat untuk beberapa agenda, di antaranya menjadi pembicara dalam Forum Konferensi Global yang diselenggarakan Milken Institute, bersama beberapa narasumber dari berbagai kalangan pelaku bisnis dan pemimpin pemerintahan di seluruh dunia.

Sebelumnya, pada Senin 1 Mei siang waktu Los Angeles, Kang Emil menjadi dosen tamu di School of public affair, University California Los Angeles (UCLA), dan menyampaikan beberapa hal terkait inovasi dan gagasan pemanfaatan teknologi dalam mendorong perubahan di Kota Bandung.

Selain menjadi dosen tamu di UCLA, Kang Emil juga didapuk sebagai pembicara dalam acara Supermentor yang digagas oleh mantan Duta Besat RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. Dalam kesempatan acara Supermentor ke 23 yang berlangsung di James Bridges Theater di UCLA ini, Kang Emil mejadi pembicara bersama Sehat Sutardja, salah seorang diaspora Indonesia yang juga adalah pendiri perusahaan  teknologi Marvell.

Dalam acara supermentor ini, kang Emil menyampaikan beberapa hal terkait tips sukses saat memimpin kota bandung, etika kerja, dan keahlian yang diperlukan dalam menghadapi ketatnya persaingan di abad ke-21.

Selain di acara Supermentor, Kang Emil juga direncanakan akan menjadi pembicara di Forum Konperensi Global Milken Institute. Kang Emil yang dinobatkan sebagai 50 orang tokoh dunia berpengaruh tahun 2018 oleh Majalah Fortune ini akan menyampaikan beberapa hal terkait inovasi yang dilakukannya saat memimpin kota Bandung

“Mereka tertarik tentang inovasi-inoivasi  yang ada di Asia yang tidak selalu datang dari sektor swasta tapi juga dari sektor pemerintahan. Bagaimana pemerintahan memberikan pelayanan berbasis teknologi, memberantas korupsi menggunakan teknologi dan menghadirkan kebahagian kepada warga kota juga dengan dukungan teknologi,” ungkap Emil dalam Rilis yang diterima SINDOnews.

Bidik Potensi Wisata Religi

Wisata religi di Jawa Barat sangat menjanjikan. Demikian dikatakan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Karena hal itulah, pihaknya berencana akan mengembangkannya jika nanti terpilih memimpin Jawa Barat.

Menurut Uu, saat ini pengembangan wisata religi belum optimal, padahal wisata ini dinilainya sangat potensial dan akan menjadi andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi apabila dikelola dengan baik dan optimal.

“Potensi wisata religi di Jabar sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Untuk itu, kita akan perhatikan betul karena sektor pariwisata sangat potensial dan bisa menjadi andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tutur Uu pada reporter Jabar Ekspres melalui sambungan telepon kemarin (1/5).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sektor pariwisata sangat potensial mendongkrak perekonomian di Jabar karena jumlah pengunjung wisata terutama religi bisa mencapai ribuan, terutama saat hari besar keagamaan. “Tentunya, hal ini akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat sekitar lokasi tersebut,” jelasnya.

Sayangnya potensi yang besar ini belum tertata dengan baik dan optimal termasuk pengelolaanya. Fakta di lapangan sejumlah fasilitas belum dapat menunjang kebutuhan para pengunjung seperti akses jalan, lahan parkir sampai toilet pun tidak ada.

“Kita lihat di provinsi lain seperti di Jawa Timur dan Banten saja, objek wisata religinya ditata dengan baik. Sehingga bisa menarik banyak pengunjung. Kedepannya, kita akan benahi infrastruktur penunjangnya,” terangnya.

Rindu

Disinggung alasan kenapa ingin mengembangkan sector wisata ini, Kang Ridwan Kamil (Emil), karena pihaknya memiliki program khusus dalam mengembangkan pariwisata yakni, satu desa satu wisata unggulan.

“Untuk merealisasikan program satu desa satu wisata unggulan ini. Kita akan memudahkan perizinan bagi pelaku usaha ini, memperbaiki infrastruktur menuju tempat wisata dan turut serta mempromosikan destinasi tersebut,” tambahnya.

Konsep ini digagas kata dia, sebagai salah satu tujuan untuk membangun Jabar ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, pasangan calon nomor urut satu, Rindu selalu membuat program-program unggulan yang inovatif dan dikerjakan secara kolaboratif.

“Sebab, pemerintah tidak akan maju apabila jalan sendiri-sendiri. Sehingga, dalam hal ini membutuhkan dukungan pihak swasta dan masyarakatnya untuk sama-sama membangun Jabar Juara,” katanya.

Sementara itu, pemilik Rumah Makan Ampera, Tatang Sujadi mengatakan akan mendukung pasangan calon nomor urut Satu, Rindu. Dukungan ini diberikan karena pasangan calon nomor urut satu ini dinilai realistis terutama program dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Saya ingin, Gubernur dan Wagub Jabar ke depan mampu meningkatkan potensi wisata di daerah. Sehingga orang berwisata itu tidak tumplek di Bandung saja, tapi ada destinasi-destinasi wisata di daerah dikembangkan dan dipromosikan oleh Gubernur maupun Wagubnya,” kata Tatang yang memiliki 2.500 karyawan ini.

Melihat adanya kesamaan visi dan program Rindu dengan pelaku usaha sektor pariwsata. Maka, pihaknya menyatakan akan konsisten memilih pasangan calon Rindu. Menurutnya, program Rindu tentang pariwisata dapat meningkatkan perekonomian daerah. Karena dari satu sisi pariwisata saja, maka potensi ekonomi lainnya akan tumbuh. Seperti rumah makan, resto, kerajinan tangan, hingga penganan asli dari daerah akan tumbuh karena hadirnya wisatawan.

“Kami semakin cinta Rindu, karena programnya sangat pro rakyat,” ujar pria yang hobi otomotiv jeep ini,” ujarnya.

Bos Ampera Dukung Rindu

Magnet Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nomor urut 1, Rindu (Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum) semakin kuat. Hingga kini, dukungan terhadap Rindu terus berdatangan.

Kali ini dukungan datang dari bos rumah makan Ampera, Tatang Sujadi yang menyatakan dukungannya di Kawasan Water Boom, Ciawi, Tasikmalaya, Senin, 30 April 2018.

Sebelum dukungan diberikan, antara Kang Uu, sapaan akrab Bupati Tasikmalaya 2 periode non aktif ini terlibat dialog yang cukup menarik.

Tatang Sujani menanyakan program Rindu terkait pariwisata di daerah.

Rindu Ampera

“Saya ingin, Gubernur dan Wagub Jabar ke depan mampu meningkatkan potensi wisata di daerah. Sehingga orang berwisata itu tidak tumplek di Bandung saja, tapi ada destinasi-destinasi wisata di daerah dikembangkan dan dipromosikan oleh Gubernur maupun Wagubnya,” kata Tatang yang memiliki 2.500 karyawan ini.

Mendengar aspirasi tersebut, Kang Uu menjelaskan, bahwa justru ia dan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil memiliki program khusus untuk mengembangkan pariwisata, yakni satu desa satu destinasi wisata unggulan.

Untuk mengembangkan destinasi wisata unggulan, kata Kang Uu, pemerintah akan mempermudah perizinan, memperbaiki infrastruktur menuju tempat wisata, dan mempromosikan destinasi tersebut.

Konsep Rindu dalam membangun Jabar adalah membuat program-program unggulan yang inovatif dan dikerjakan secara kolaboratif. “Sebab pemerintah tidak akan maju, jika jalan sendiri, tapi butuh dukungan pihak swasta dan masyarakatnya untuk sama-sama membangun Jabar Juara,” kata Peraih Satya Lencana 2016 dari Presiden Joko Widodo ini.

Tatang pun lega, mendengar penjelasan Kang Uu. “Oh kalau gitu cocok, ada kesamaan visi dan program Rindu dengan pelaku usaha seperti saya. Insya Allah setelah kedatangan Pak Uu hari ini, saya akan diintruksikan kepada karyawan saya untuk dukung Rindu,” ujar Tatang.

Menurut Tatang, program Rindu tentang pariwisata dapat meningkatkan perekonomian daerah. Karena dari satu sisi pariwisata saja, maka potensi ekonomi lainnya akan tumbuh.

Seperti rumah makan, resto, kerajinan tangan, hingga penganan asli dari daerah akan tumbuh karena hadirnya wisatawan. “Kami semakin cinta Rindu, karena programnya sangat pro rakyat,” ujar pria yang hobi otomotif jeep ini.

Akan Buatkan Pameran Otomotif Internasional

Kawula Muda Jawa Barat dikenal dengan anak muda yang kreatif dan inovatif. Sudah banyak hasil karya anak muda Jabar yang diakui oleh banyak pihak bahkan hingga dunia internasional karena keunikan dan inovasinya. Misalnya Angkutan Kota Bersubsidi (Abud) dimana angkutan kota jurusan Kebon Kalapa – Ledeng mengusung konsep smartcity dengan dilengkapi WiFi dan CCTV.

Melihat potensi kreatifitas anak muda yang begitu besar,  Calon wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, yang berpasangan dengan Ridwan Kamil mempunyai komitmen untuk menggali potensi anak muda Jabar tersebut.

“Saya akan membuat banyak pameran seperti ini untuk menampung semua ide dan inovasi kaum muda Jabar,” usai melihat pameran otomotif di Indonesia Internasional Otomotif, Jumat (27/04).

Menurut Kang Uu, dirinya terinspirasi untuk membuat pameran khusus dibidang otomotif bagi kawula muda Jabar, karena ia yakin bahwa di Jabar banyak penghobi otomotif yang bisa lebih berinovasi.

“Asal kita buatkan wadahnya yaitu dalam bentuk pameran seperti ini, saya yakin akan banyak dilahirkan kreator handal dalam modifikasi yang lahir dari warga Jawa Barat” tegasnya.

Ditambahkan Kang Uu, event pameran otomotif selain ajang adu kreatifitas juga bisa menjadi ajang adu ide gagasan inovasi dan saling mempererat tali persaudaraan antar komunitas penggemar otomotif.

“Kita buatkan wadahnya agar semangat kebersamaan menjadi terjalin melalui kompetisi yang sehat, karena saya melihat hampir disetiap wilayah di Jabar selalu ada komunitas otomotif, daripada hanya sekedar nongkrong dan mejeng di pinggir jalan, kenapa tidak kita kumpulkan di pameran seperti ini,” jelas Kang Uu.

Diskusi di Facebook


Like it? Share with your friends!

Redaksi Portal
Platform media yang independen/netral tidak berpihak kepada siapapun yang menyajikan berita dari media arus utama di Indonesia.