Mafia Migas: Fakta atau Mitos


mafia migas

Ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI, dan dilantik 20 Oktober 2014. Kali pertama yg dilakukan, adalah menjalankan prinsip Clean Government & Good Governance.

1. Langkah Jokowi pertama, Mei 2015 salah satunya membekukan Petral, anak perusahaan Pertamina yg fenomenal di Singapore. Slm ini impor BBM utk kebutuhan konsumsi nasional dilakukan oleh Petral. Pertamina sbg induk perusahaan spt tunduk & takluk di bawah Petral. Padahal Petral itu hanya ‘broker’. Itulah The Power of Petral sejak era orde baru Soeharto – SBY. Pertamina TDK bisa membeli langsung kpd produsen (B2B) atau G2B. Akibatnya adalah adanya biaya ekonomi tinggi (Hight Cost of Economic) atau inefisiensi. 

2. Sebab,, dibelakang Petral itu adalah kumpulan (kolusi) para mafia migas (mafia ekonomi, mafia birokrat, dan mafia politik).

3. Jadi seolah yg berkuasa adalah mafia migas Petral yg bermarkas di Singapore.

4. Kenapa Indonesia hrs mengimpor BBM padahal kaya atau penghasil Migas.

5. Sejak th 2002 Indonesia sudah menjadi negara net-importir. Karena selain cadangan migas sudah berkurang, konsumsi juga terus meningkat.

6. Th 2014 konsumsi BBM nasional itu sdh 1,6 juta bph. Sdgkn produksi kilang Indonesia hnya 800.000 bph. Kekurangannya impor sbsr 800.000 bph. Pertahun 800.000 x 365 = 292.000.000 barrel. 

7. Nilai impor migas RI Th 2014 sbsr $42,1 M US (Rp526,25 T).

8. Di mana fee broker yg dibayar Pertamina sbsr $30 – $40 sen/barrel. 

9. Jadi yg hrs dikeluarkan negara via Pertamina rata2 $35 sen x 292.000.000 barrel = $102,200,000 USD

10. Membayar pajak impor kpd Singapore $2 juta USD perhari.

11. Mengeluarkan biaya tender, cargo fee, loading fee, yg dinikmati Singapore.

12. Membayar fee LC kpd Bank di Singapore.

13. Total Impor Migas RI 2005-2014 $280,174 M USD setara Rp3.502,17 Triliun. Siapa diuntungkan.

14. Stlah Jokowi menduduki kursi Presiden RI, semua “pupus”, hilang lenyap. Petral DITUTUP.

15. Impor migas Indonesia brdasar prinsip G2G & G2B. Negara hemat Rp1,5 T pertahun dr fee broker saja. Blm selisih hrg dll.

Andaikan Jokowi TDK amanah & TDK mncintai Rakyat, Bangsa & Negara, ia menutup mata saja menerima fee milion dollar US perhari. Brp coba yg diterima pertahun & satu periode kepemimpinan. Simpan di LN.

Rakyat digelontor Subsidi BBM saja, Kasih BLT, Kasih Balsem. Naikan tunjangan Anggota Dewan & gajinya dll. Pembangunan infrastruktur bagaimana. Seperlunya saja berdasar kalkulasi politik & bisnis. Bukan pemerataan pembangunan & kesejahteraan. Skn.

Budiono Suprapto

Diskusi di Facebook


Like it? Share with your friends!

Redaksi

Platform media yang menyajikan berita dari media arus utama di Indonesia.