Survei: AHY Cocok Jadi Cawapres Jokowi, Anies Cawapres Prabowo


Lembaga Indikator Politik merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas calon presiden dalam Pemilu 2019. Hasilnya, Jokowi dan Prabowo, disusul Gubernur DKI Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Dalam simulasi lima nama, yang dipilih sebagai presiden bila pemilihan dilakukan sekarang, survei menunjukkan 56,5 persen untuk Jokowi, 24,2 persen untuk Prabowo, 4,2 persen Anies Baswedan, 2,9 persen ada nama Gatot Nurmantyo dan AHY. 9,5 Persen mengatakan tidak tahu atau tidak jawab,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/5).

Untuk calon wakil presiden sendiri, Survei Indikator menempatkan dua nama terkuat calon presiden untuk disimulasikan yakni Jokowi dan Prabowo. Hasilnya, untuk Jokowi menurut partisipan survei cocok bila berpasangan dengan AHY, dengan persentase 22,4 persen.

“Siapa yang pantas menjadi wakil Jokowi di 2019, ada AHY 22,4 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani 10,8 persen, Mahfud MD 8,4 persen, Tito Karnavian 5,7 persen, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 4,0 persen, Chairil Tanjung (CT) 3,5 persen, Budi Gunawan (BG) 2,8 persen, dan Puan Maharani 2,4 persen,” lanjut Burhanuddin.

AHY Cawapres Terkuat Setelah Jusuf Kalla

Nama Wakil Presiden Jusuf Kalla keluar menjadi calon wakil presiden terkuat di Pilpres 2019, berdasarkan hasil survei Poltracking.

Survei menunjukkan Jusuf Kalla mempunyai elektabilitas di atas 5 persen. Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, di antara puluhan tokoh besar lain, nama JK tetap teratas, jika Jusuf Kalla masuk dalam pertanyaan cawapres.

“Pada pertanyaan semi terbuka dengan 28 kandidat calon wakil Presiden, terdapat tujuh nama di atas 4 persen, dengan Muhammad Jusuf Kalla (JK) (15,9%) jauh memimpin angka keterpilihan,” ungkap Hanta di Hotel Sari Pan Pacific, Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat

Kemudian, diikuti Gatot Nurmantyo (7,9%), Ridwan Kamil (6,1%), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (5,2%), dan Khofifah Indar Parawansa (4,4%).

Sedangkan jika tanpa nama JK diselipkan pada pertanyaan nama-nama cawapres, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi yang tertinggi dengan perolehan suara 12,4 persen.

Anies Cawapres Prabowo

“Anies Rasyid Baswedan (12,1%), Gatot Nurmantyo (11,4%), Ridwan Kamil (10,4%), Muhammad Iskandar (Cak Imin) (7,0%), dan Khofifah Indar Parawansa (5,5%),” papar Hanta.

Survei dilaksanakan pad 27 Januari-3 Februari 2018. Sampel diambil dari 1.200 responden dengan margin error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan wawancara tatap muka

Lalu untuk Prabowo sendiri, Survei Indikator membelahnya hanya di dua tempat di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), hasilnya Anies Baswedan mendominasi hasil survei di keduanya.

“Di Jabar Anies memperoleh 15,1 persen, disusul AHY 10,8 persen, dan Gatot Nurmantyo 10,1 persen. Dan di Jateng sendiri, Anies Baswedan 15,4 persen, AHY 13,7 persen, dan Gatot 7,7 persen,” jelas dia.

Metodologi survei menggunakan simple random sampling dengan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas. Dilakukan dalam rentang waktu 25 Maret 2018 – 31 Maret 2018. Margin of Error berkisar pada 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Diskusi di Facebook


Like it? Share with your friends!

Redaksi Portal
Platform media yang independen/netral tidak berpihak kepada siapapun yang menyajikan berita dari media arus utama di Indonesia.